Ketika Militer Berdiplomasi (2)

Ditulis oleh : Yano Darmawan

Diplomasi memiliki arti mencari dukungan internasional untuk mendukung tercapainya kepentingan negara sendiri.

Pada zaman penjajahan di Nusantara khususnya pulau Jawa. Ketika terjadi persaingan antara kerajaan Nusantara, beberapa kesultanan meminta bantuan VOC untuk melawan kerajaan pribumi lainnya.

VOC yang membawa serta banyak serdadu dan peralatan perang lainnya seperti Vergulde Draak ship cannon, ratusan kapal dagang yang tentunya secara jumlah dan tekhnologi, mengungguli apa yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara saat itu.

Dengan kekuatan militer yang dimiliki, tentunya VOC memiliki posisi tawar yang tinggi untuk berdiplomasi guna menyukseskan misi mereka Gold, Gospel dan Glory.

Caranya, VOC cukup cermat mengamati perselisihan yang terjadi antara kerajaan Pribumi. VOC melakukan pendekatan kepada Raja yang membutuhkan bantuan militer untuk memerangi rivalnya.

Tentu saja dengan imbalan berupa tanah serta hak berdagang/monopoli yang akan dijadikan VOC sebagai modal untuk mengembangkan kolonisasi.

Diplomat VOC mungkin tidak punya cukup kepercayaan diri untuk melobi raja-raja itu jika mereka tidak memiliki sesuatu yang diunggulkan dan diinginkan oleh kepala negara yang bertikai, yaitu ; Senjata.

Melalui bantuan militer yang bersyarat itulah VOC dan kerajaan Belanda menjadi kaya. Militer memperlancar visi mereka untuk menguasai ekonomi suatu wilayah.

Apakah model seperti ini masih terjadi saat ini??? Anda bisa menyimpulkan sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s