Dulunya Modern, Kuno (baca: tradisional) Sekarang

Judul apa ini??? 
Maksudnya itu begini….


Segala sesuatu yang dibilang tradisional, seperti tari tradisional, baju tradisional, budaya tradisional, dst itu sebenarnya disebut modern atau kekinian pada masanya


Tradisional dan modern hanyalah persepsi waktu.


Sebagai contoh, sendra tari Ramayana yang sering dipentaskan di kompleks candi Prambanan sebenarnya adalah “tarian fusion” campuran dari kebudayaan Hindu di India. Ramayana sejatinya berasal dari India. Lihat saja background lokasi ceritanya, perjalanan Rama Sita dari kerajaan Ayodhya sampai berjalan menuju kerajaan Rahwana di Sri Lanka.
Pada masa penduduk Jawa masih menganut ajaran Hindu, tarian atau pertunjukan ini tercipta karena ada perpaduan budaya India dan Jawa. Saat itu kalau ada yang mempertontonkan acara ini dibilang keren dan kekinian. Namun pada masa sekarang ini disebut tradisional.


Sementara K’Pop Dance yang menjadi budaya Korea saat ini sangat jauh dari gerakan tarian yang lazim dipertunjukkan oleh Korea beberapa dekade lalu. Tarian ini malah lebih ke Barat-Baratan. 
Yang menjadi ciri khas K’ Pop itu yaitu lagunya dinyanyikan dalam bahasa Korea, dengan diiringi house musik, pop maupun disco dan pasti dibawakan oleh orang Korea.


Dan saat ini, silakan ditanya apa yang menjadi ciri khas budaya Korea Selatan, ya salah satunya K’Pop. Dan mungkin suatu saat nanti, model tarian ini akan menjadi tradisional juga.
Maka jangan heran jika suatu saat nanti, yang namanya dangdut koplo khas Pantura bisa jadi akan menjadi ciri khas Indonesia. 

Oleh karena itu, ada baiknya memang seniman Indonesia berlomba lomba menciptakan suatu seni yang baru dan tetap dibumbui dengan budaya ciri khas Indonesia saat ini. Lebih bagus lagi jika seni tersebut dapat diterima dengan mudah secara global terutama oleh anak-anak muda…
Ayo berkarya….