Memperkuat Armada Laut Demi Kemakmuran Rakyat (2)

By Dani M. Samudra

Barusan saja kita dengar berita tentang adanya kapal kargo Ever Given yang super besar kandas di terusan Suez. Kenapa bisa menjadi trending topik seluruh dunia?

Ya tentu saja, karena terusan Suez adalah “jalan tol laut” dunia yang menghubungkan Asia dan Eropa. Jika tidak ada terusan ini maka seluruh kapal harus melambung melalui benua Afrika yang tentu saja membutuhkan waktu dan biaya yang jauh lebih besar.

Akibat dari tersangkutnya kapal Ever Given itu, kapal kargo lainnya yang membawa jutaan ton barang dagangan tidak bisa melewati terusan Suez, membuat kemacetan di tol laut itu.

Syukurlah kapal ini dapat kembali berlayar setelah otoritas terusan Suez dengan menggunakan bantuan kapal keruk dan tug boat mendorong kembali kapal it uke lintasannya.

Namun apa mau dikata, akibat kejadian ini, ratusan kapal harus terlambat sampai tujuan. Mungkin beberapa rencana bisnis terhambat bahkan batal dilakukan akibat kendala jalur logistic yang terputus beberapa waktu.

Coba anda bayangkan, betapa banyak kerugian yang harus diderita oleh pengusaha jika ada permasalahan di jalur logistik laut. Ini baru kejadian blockade karena faktor kapal, yang meskipun bagi sebagian orang penyebab kapal kandas bisa saja disengaja.

Banyak efek domino yang akan terjadi akibat instabilitas jalur laut. Bukan hanya kerugian ekonomi namun dapat mengakibatkan kelaparan bagi negara yang menunggu dukungan bahan pangan yang diimpor dari kapal laut yang melintasi.

Sekarang dapat kita renungkan, seandainya selat Malaka itu menjadi sarang penyamun, atau dikuasai oleh negara tertentu yang membuat kapal-kapal Indonesia menjadi tidak bebas.

Dapat melintas tetapi pajaknya tinggi atau tidak mau bayar pajak, kapal ditenggelamkan, misalnya.

Tentu saja harus dicari jalur lainnya yang tentu saja jaraknya menjadi lebih jauh.

Jika seandainya Indonesia punya armada laut yang kuat tentu saja sebuah keuntungan bagi perdagangan negara ini. Armada laut yang kuat bukan saja banyaknya kapal perang tetapi juga infrastruktur yang menunjang seperti radar, satelit dan senjata.

Dengan adanya tekhnologi satelit dan radar, tentu saja kita dapat mendeteksi keberadaan kapal-kapal dagang, kapal-kapal perang negara lain, maupun kapal “X”lainnya. Jika ada kapal yang hilang, tentu saja dengan mudah kita mendeteksi dimana posisi terakhirnya.

Jika kapal perang memiliki senjata yang mumpuni, tentu saja dapat memberikan rasa aman bagi kapal-kapal dagang untuk berlayar ke daerah tujuan. Tidak perlu khawatir dilamun perompak ataupun diblokade oleh negara asing.

Maka daripada itu, dengan Armada Laut yang kuat berarti menjamin kesejahteraan rakyat. 

Memperkuat Armada Laut Demi Kemakmuran Rakyat (1)

By Dani M. Samudra

Semboyan TNI AL “Jalesveva Jayamahe” atau Justru di Laut kita Jaya, bagi saya benar adanya. Membangun armada laut yang kuat pasti berkontribusi positif bagi perekonomian negara.

Namun bisa jadi bagi sebagian orang, berbeda pandangan terhadap pendapat itu.

Membangun Angkatan Laut yang kuat tentu saja membutuhkan biaya yang besar. Membeli Kapal perang beserta persenjataan modernnya tentu menghabiskan dana triliunan rupiah, sedangkan TNI sendiri bukanlah institusi yang dapat memberikan devisa negara secara langsung dan bukan pula badan yang mengumpulkan pemasukan dari pajak.

Tapi, biaya yang dikeluarkan sepadan bagi pertahanan dan kemananan negara terutama di laut. Bahkan bisa berlipat lipat menguntungkan asalkan diatur secara tepat untuk mengawal kepentingan ekonomi negara.

Bagaimana bisa demikian???

Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur laut tersibuk di dunia ini kabarnya dilalui sebanyak 25 % kapal yang membawa komoditi bagi perekonomian dunia. Bahkan Samudera Hindia yg berada di sebelah barat Indonesia menyumbang 80% perdagangan dunia via laut yang konon pada tahun 2014, aktifitas ekonomi di Samudera Hindia berkontribusi sebesar USD 78 triliun.

Jalur-jalur ini tentu saja harus aman dari bajak laut yang akan merampok kapal-kapal dagang yang melaluinya, yang mungkin saja salah satunya kapal yang memuat barang dagangan dari Indonesia yang sudah barang tentu melalui perlintasan Selat Malaka dan Samudera Hindia jika akan berlayar ke arah Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika dan Eropa.

Masih ingat kapal indonesia yang dibajak di Somalia ataupun perairan perbatasan Filipina. Piracy ini menimbulkan keengganan bagi kapal untuk berlayar ke jalur tersebut karena tidak aman dan berbahaya bagi keselamatan kapal dan crewnya.

Belum lagi jika ada kapal asing yang masuk ke dalam zona ekonomi laut Indonesia, kekayaan alam di dalam laut seperti minyak, gas,ikan, dll dapat saja dikuras jika Kapal Armada Laut kita unyu-unyu, rusak ataupun jadul. 

Atau nelayan kita diusir dari laut sendiri oleh kapal luar akibat penjaga keamanan laut kita tidak memiliki armada yang cukup untuk mengawal laut yang begitu luas.

Jangan sampai lebih galak maling daripada penjaganya.

Armada laut yang modern,terlatih dan kuat perlu diwujudkan. Selain itu kerjasama antar lembaga pemerintah yang mengurusi kelautan juga perlu diatur dengan baik.

Dengan penguatan dan kerjasama yang bagus maka kapal yang digunakan untuk aktifitas ekonomi seperti perdagangan, perikanan, eksplorasi barang tambang laut dan lain lain akan terjamin keamanannya. Ekonomi menjadi lancar dan bermanfaat rakyat.

Bersambung……..